Jelang tahun baru Islam, Muharam atau yang lebih dikenal di Jawa sebagai Bulan Suro, masyarakat Ponorogo Jawa Timur, menggelar acara dalam rangka Grebeg Suro dalam bentuk Festival Reog Nasional ke-XXI yang di gelar di alun-alun Ponorogo, 19-24 Oktober 2014. Dalam festival ini ada puluhan peserta dari seluruh Indonesia.
![]() |
| Meriahnya festival Reog nasional ke XXI di Ponorogo |
"Mereka adalah orang-orang Ponorogo yang merantau dan mengembangkan kesenian Reog di daerah di mana mereka tinggal yang menyebar di seluruh Indonesia," kata Choirul Syaifuddin, salah satu penggerak kesenian Reog di Ponorogo pada merdeka.com, Selasa (21/10).
Untuk membangkitkan budaya lokal yang telah mengakar dan menjadi ikon Ponorogo, Pemkab Ponorogo setiap tahunnya menggelar festival yang dilakukan di setiap menjelang Bulan Suro (Muharam) di alun-alun Ponorogo.
Baca juga "Mengenal falsafah dan sejarah Reog Ponorogo".
Dalam seni reog ada banyak peran yang dimainkan hingga menjadikan seni ini hidup dan berbicara. Antara lain jatilan. Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog.
Ratusan warga antusias menyaksikan festival budaya yang pernah diklaim Malaysia ini. Semua lapisan masyarakat selalu menyaksikan festival kebudayaan ini.
Judul : Meriahnya festival Reog nasional ke XXI di Ponorogo
Sumber : merdeka.com

0 Response to "Meriahnya festival Reog nasional ke XXI di Ponorogo"
Post a Comment