Walikota Larang Anak Berkebutuhan Khusus Main Reog

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo melarang keras anak-anak berkebutuhan khusus bermain reog, sebab dapat mencelakakan anak bersangkutan. Masih banyak cabang seni lain yang dapat diajarkan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, tanpa harus mengekploitasi kekuatan fisik, semisal seni musik, olah vokal dan sebagainya.

Walikota Larang Anak Berkebutuhan Khusus Main Reog
Walikota Larang Anak Berkebutuhan Khusus Main Reog

Larangan dikemukakan secara spontan ketika orang nomor satu di Solo itu hendak meresmikan Gedung Pelayanan Autis, di Mojosongo, Jumat (19/9). Saat itu, kedatangan Hadi Rudyatmo bersama rombongan disambut dengan atraksi reog Ponorogo yang dimainkan anak-anak penyandang autis. Seperti halnya pemain reog Ponorogo pada umumnya, anak-anak melakukan gerakan atraktif termasuk salto.

Mendapati atraksi seperti itu, walikota yang akrab disapa Rudy justru mendekati anak-anak dan meminta anak-anak untuk menyudahi permainan, lalu diajak foto bersama. Kondisi fisik serta psikhologis anak-anak berkebutuhan khusus, menurutnya tak memungkinkan untuk melakukan permainan yang mengandalkan kekuatan fisik. Gerakan salto misalnya, memerlukan perhitungan waktu dan perasaanyang tepat. Padahal penyandang autis diyakini sulit menentukan momentum tepat untuk bersalto, sehingga sangat terBuka terjadi kecelakaan fatal.

Terkait dengan fasilitas pelayanan kepada penyandang autis, Rudy meminta dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu penyandang autis menjalani kehidupan normal. Sebagai kota inklusi, keberadaan fasilitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus, menjadi tuntutan utama, selain pula sekolah umum yang saat ini tak lagi membedakan kondisi fisik ataupun mental peserta didik.

Judul : Walikota Larang Anak Berkebutuhan Khusus Main Reog
Sumber : krjogja.com

0 Response to "Walikota Larang Anak Berkebutuhan Khusus Main Reog"

Post a Comment