Ponorogo – Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk 2014 menuai protes sejumlah kalangan dan masyarakat. Pasalnya, banyak keluhan dari pihak orang tua peserta, yang merasa penilaian, hasil Pemilihan duta wisata Kakang Senduk, yang di gelar pada Minggu malam (12/10), tidak fair.
Ada salah seorang orang tua peserta Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk, yang kecewa terhadap hasil penilaian dewan juri, “Apakah memang penilaian pemilihan duta wisata kakang senduk seperti ini, ada jual beli dan tidak transparan”, ujar salah satu orang tua peserta yang enggan disebut namanya.
![]() |
| Pemilihan Duta Wisata Ponorogo Diperjualbelikan |
Lebih lanjut ia menambahkan, pada saat, peserta di karantina. Kami orang tua peserta, di tawari via bbm oleh oknum Panitia, jika anak nya ingin, jadi Juara Favorit, harus membeli vaucher. “Ada bbm dari panitia yang menawari voucer seharga 2 juta, sebagai syarat jika anaknya ingin menjadi juara favorit,”imbuhnya.
Kami jelas kecewa dimana ada diskriminasi, dimana kalau orang tua peserta mampu membeli voucer mereka lah yang bakal jadi pemenang dan mengabaikan bakat dan talenta yang peserta punyai. “Kalau penilaianya sudah tidak fair begini. Sebaiknya, Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk, ditiadakan saja,”terangnya kecewa.
Pemilihan duta wisata kakang senduk, adalah event yang tidak main-main. Karena Kakang Senduk kedepanya, akan menjadi Duta Wisata Kabupaten Ponorogo dan wakil untuk event yang lebih tinggi. Apapun alasan panitia, jika untuk menjadi juara favorit harus membayar dengan dalih membeli voucer, apakah ini yang namanya duta wisata Ponorogo,” tegasnya.
Sementara itu, Sapto Djatmiko Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, ketika dikonfirmasi membantah dengan tegas adanya informasi tersebut.
Pihaknya tidak tahu menahu soal itu, dan jika betul seperti itu, maka dirinya akan menindak dengan tegas oknum panitia tersebut. “Saya langsung menggelar rapat dengan panitia Kakang Senduk, untuk mencari tahu siapa oknum yang di maksud”, jelasnya.
Hanya saja, dirinya menduga maksud oknum panitia tersebut, adalah untuk juara kategori favorit. Memang, untuk juara favorit dilelang secara terbuka, pemenangnya adalah mereka yang membeli vaucher tertinggi senilai Rp 2 juta.
“Namun demikian, apapun itu alasanya, dirinya tetap akan menindak tegas oknum tersebut jika terbukti bersalah,”tegas Sapto.
Pantauan dilapangan pada saat grand final, panitia Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk, tidak pernah sekalipun, panitia mengumumkan secara terbuka di hadapan seluruh penonton dan wali dari peserta. Jika memang pembelian vaucher di katakan lelang secara terbuka.
Judul : Pemilihan Duta Wisata Ponorogo Diperjualbelikan
Sumber : deliknews

0 Response to "Pemilihan Duta Wisata Ponorogo Diperjualbelikan"
Post a Comment