PONOROGO - Puluhan pedagang Pasar Legi Selatan mendesak Pemkab Ponorogo segera membangun kembali bangunan pasar berlantai 2 yang terakhir direovasi Tahun 1998 itu.
Selain beralasan sepi pengunjung, pedagang berdalih pembangunan penting lantaran bangunan pasar berlantai 2 itu, sudah tak layak digunakan.
Meski kondisi bangunan berlantai 2 akan tetapi posisi lantai 2 yang berisi ruko keliling hanya di bagian pinggir bangunan akan tetapi di tengahnya bukan lagi bangunan kios akan tetapi berupa los.
Disamping itu, pedagang berharap pasar yang ada di jantung Kota Ponorogo itu geliat transaksi jual belinya kembali ramai seperti sekitar 16 tahun sebelumnya saat awal selesai dibangun.
Keluhan itu disampaikan para pedagang saat Wakil Bupati Ponorogo, Yuni Widyaningsih mengunjungi pasar dan pedagang untuk menampung keluhan pedagang usai diberikan media.
Ketua Paguyuban Pedagang Legi Selatan(Pasar Lanang), Riyanto mengatakan sejak penempatan dan penataan pasar Tahun 1998 lalau ada pedagang sekitar 450 orang.
Namun lambat laun secara perlahan mulai 10 tahun terakir ini, jumlah pedagang mulai berkurang karena sebagian besar sudah meninggalkan stan dan kiosnya lantaran pasar sepi pengunjung.
"Apa yang mau ditunggu, kalau sehari tidak ada untung. Sebagian besar pemilik kios keluar pasar mencari pekerjaan lain yang ada untungnya," terangnya kepada Surya, Selasa (9/9/2014).
Selain itu, Riyanto meminta Pemkab Ponorogo harus segera merealisasaikan beberapa hal agar Pasar Lanang ramai kembali.
Salah satunya mengenai rencana rehab bangunan yang sejak dulu sudah diisukan akan tetapi tak kunjung direalisasikan.
"Turunnya pejabat ini sudah ditunggu lama. Sekarang Wakil Bupati turun mengecek lokasi dalam pasar yang sudah tidak layak. Kami minta para pedagang tidak meninggalkan pasar asal pasar dibangun. Karena pasar legi selatan ini sudah tidak layak dan paling jelek kalau dibanding pasar di daerah lain. Selain kumuh, bangunan tidak layak, dan di dalam pasar fentilasi tidak ada hingga tidak nyaman di dalam pasar. Kami minta segera dibangun pasar modern dibawah diisi pedagang dan di atas untuk sentra elektronik," imbuhnya.
Sementara Wakil Bupati Ponorogo, Yuni widyaningsih mengaku kedatangannya hanya untuk mendengarkan keluhan dan permasalahan yang dirasakan para pedagang.
Menurutnya, masalah di Pasar Lanang itu cukup komplek dan harus ditangani serius satu per satu termasuk desakan pembangunan pasar yang tak bisa ditunda lagi.
"Kami akan bawa masukan ini ke pembahasan bersama DPRD untuk mencari solusinya pembangunannya menggunakan APBD, APBN atau pihak ketiga karena pasar ini sudah tidak layak fisiknya. Tidak bisa dilakukan tambal sulam karena bangunan fisiknya sudah tidak layak lagi sebagai pasar," katanya.
Selain itu, perempuan yang akrab dipanggil Ida ini menguraikan sejak berdiri pasar dihuni sekitar 450 pedagang, akan tetapi sejak 10 tahun terakhir tinggal 80 orang pedagang yang masih aktif berjualan.
"Kami minta kalau dibangun pedagang harus merubah sikap tawar menawarnya jangan sampai terkesan harganya mahal karena dapat menyebabkan konsumen lari. Ini menjadi intropeksi masing-masing mulai pemerintah dan pedagang. Kami wacanakan tetap dibangun tanpa mengurangi ke khasan Ponorogo," pungkasnya.
Judul : Pedagang Desak Pemkab Ponorogo Bangun Pasar Legi Selatan
Sumber : tribunnews.com

0 Response to "Pedagang Desak Pemkab Ponorogo Bangun Pasar Legi Selatan"
Post a Comment