PONOROGO - Puluhan petani tembakau yang ada di sentra tanaman tembakau di 4 wilayah kecamatan di Kabupaten Ponorogo mengeluh. Ini menyusul tanaman tembakau mereka terserang hama daun keriting dan ulat hijau yang belum ada obat atau penangkalnya.
Keluhan itu merata di sentra tanaman penghasil tembakau di Kecamatan Bungkal, Mlarak, Balong, dan Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.
Serangan hama daun keriting dan ulat hijau berdampak pada pertumbuhan batang dan daun tembakau yang menyebabkan pengecilan dan menguning. Untuk mengisolir serangan hama tanaman tembakau itu, para petani sudah berusaha memberikan pengobatan dan penyemprotan pestisida.
Akan tetapi, hasilnya serangan hama itu tidak semakin menurun akan tetapi semakin meluas ke tanaman tembakau di lahan lain yang sebelumnya tidak terserang.
Salah seorang petani tembakau, Kardi (50) warga Desa Desa Bedi Wetan, Kecamatan Bungkal mengaku bakal merasakan kerugian besar. Hal itu akibat serangan hama daun keriting. Oleh karenanya, pihaknya berusaha tidak mencabuti batang tembakau yang kerdil dan keriting akibat serangan hama itu, akan tetapi di bawah tanaman tembakau mulai ditanami jagung.
Alasannya, tanaman jagung untuk mengantisipasi agar dirinya tidak mengalami kerugian sangat besar akibat serangan hama daun keriting itu.
"Ketika tanaman tembakau tidak panen, harapannya tanaman jagung masih bisa panen. Ini kami lakukan agar dapat biaya pengganti penggarapan lahan," terangnya kepada Surya, Kamis (4/9/2014).
Lebih jauh, Kardi menguraikan dari tanaman tembakaunya seluas 7 kotak lahan pertanian di kampungnya itu, hampir seluruhnya diberi tanaman tumpang sari yakni berupa jagung. Upaya ini dilakukan sejak daun-daun tanaman tembakaunya menguning dan mengecil karena keriting itu.
"Karena sudah kelihatan merugi kalau hanya mengandalkan tembakau karena daunnya keriting dan tidak bisa diobati sehingga saya semakin merugi besar. Tanaman jagung ini panennya masih bisa diharapkan," imbuhnya.
Hal senada disampikan petani tembakau lainnya, Iswandi yang juga menjabat sebagai salah seorang Perangkat Desa Bedi Wetan, Kecamatan Bungkal. Menurutnya, tanaman tembakau miliknys seluas 4 hektar. Akan tetapi, kini sudah sekitar 2 kotak lahan tembakau miliknya mulai terserang penyakit daun keriting dan kerdil serta diserang ulat hijau.
"Memang hasil tanaman tembakau sekarang tak sebagus tahun lalu. Akan tetapi belum dipanen malah terserang hama daun keriting. Jelas petani tembakau bakal merugi," ungkapnya.
Iswandi menguraikan jika setahun lalu tanaman tembakau dalam satu kotak lahan bakal menghasilkan uang sekitar Rp 6 juta, dirinya memprediksi panen tembakau tahun ini bakal menurun drastis. Dalam satu kotak lahan tanaman tembakau dipastikan tidak bakal mendapatkan Rp 3 juta.
"Padahal tahun ini harga tembakau masih stabil. Untuk tembakau super 35.000 per kilogram, tembakau nomor satu Rp 30.000 per kilogram dan tembakau nomor dua Rp 25.000 per kilogram," katanya.
Lahan tanaman tembakau di Desa Bedi Wetan, Kecamatan Bungkal kata Iswandi ada seluas 20 hektar yang ditanami tembakau. Dari luasan lahan itu sudah sekitar 4 hektar lahan tembakau yang gagal panen.
"Tahun ini petani tembakau jelas merugi," tegasnya.
Sementara kasus serangan hama daun keriting dan ulat hijau itu, kata Iswandi sudah merata ke semua wilayah kecamatan penghasil tembakau yang menjadi sentra tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Ponorogo. Yakni mulai Kecamatan Bungkal, Mlarak, Balong maupun Kecamatan Sampung.
"Di tiga wilayah kecamatan penghasil tembakau lainnya kondisinya sama seperti di kampung kami ini. Karena penyakit daun keriting tidak memandang jenis tembakau baik jenis virgin maupun sampurna semua tetap diserang," ucapnya.
Namun demikian, Iswandi menyimpulkan jika rata-rata tanaman tembakau yang terserang hama daun keriting itu, lokasi tanamannya berdekatan dengan tanaman terong atau bekas lahan tanaman terong.
"Makanya kami berharap petani tembakau lainnya, jangan sampai menanam tembakau di dekat lahan tanaman terong," pungkasnya.
Judul : Petani Tembakau Ponorogo Terancam Rugi karena Terserang Hama Daun Kriting dan Ulat Hijau
Sumber : tribunnews.com

0 Response to "Petani Tembakau Ponorogo Terancam Rugi karena Terserang Hama Daun Kriting dan Ulat Hijau"
Post a Comment