PONOROGO - Seorang anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, Mursyid Hidayat (45) warga Desa Ketro, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo menemukan dua batu unik berukuran kecil yang dianggap memiliki nilai sejarah.
Kedua batu itu ditemukan di aliran Sungai Keyang yang berada di utara rumah anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dua kali periode ini.
Kedua batu yang ditemukan tersebut satu berbentuk relief candi berukuran mungil yakni panjang 6 sentimeter dan lebar 4 sentimeter serta satu batu lainnya berukuran panjang 5 sentimeter dan memiliki lebar sekitar 3 sentimeter.
Batu berbentuk candi mungil itu ditemukan 8 Agustus 2014 lalu. Sedang batu kedua yang berbentuk lempengan batu dengan panjang 6 Centimeter dan lebar 4 sentimeter serta memiliki ketebalan 1 sentimeter tersebut ditemukan di tempat yang sama, Senin (1/9) sepulang dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Ponorogo periode 2014-2019 kemarin.
Mantan wartawan mingguan di Ponorogo ini mengaku saat hendak menemukan kedua batu yang tidak bersamaan itu tanpa didahului mimpi atau firasat apa pun. Ia yakin jika kedua batu itu memiliki nilai sejarah tinggi.
Alasannya, batu yang meyerupai relief puncak candi tersebut terbuat dari batu andhesit berwarna hitam. Satu batu lainnya berupa lempengan berelief terbuat dari batu keras.
"Batu yang mirip stupa candi itu terbuat dari batu andhesit daerah pegunungan merapi. Sedangkan yang berupa lempengan terbuat dari batu keras tetapi mudah patah. Saat saya temukan sudah patah. Bentuk relief hanya menyerupai gapura (pintu gerbang)," terang politisi PKB ini kepada Surya, Kamis (4/9/2014).
Selain Mursid menjelaskan jika kedua batu yang ditemukan itu ukurannya tidak sama. Baik lebar, bentuk, relief maupun ketebalannya ada selisih satu sentimeter.
"Yang membuat aneh batu berbentuk candi mungil di bawahnya ada lubang sepertinya masih ada pasangannya. Kami menduga ini sebagai bejana kecil tempo dulu," paparnya.
Selain itu, Mursid menguraikan selama ini di kampungan jarang ditemukan benda-benda bersejarah. Akan tetapi, jika merunut aliran Sungai Keyang dari hulunya, maka banyak menyimpan sejarah.
Alasannya, huku Sungai Keyang memiliki dua aliran yakni dari Sooko dan dari Lereng Gunung Bayangkaki yang masih penuh misteri.
"Di hulu masih banyak makam orang-orang terdahulu. Menurut pengamatan saya yang dipadukan hasil pencarian di internet (google) selama 3 hari terakhir tidak kami temukan namanya, tetapi mirip hasil karya jaman batu," ucapnya.
Kendati demikian, Mursid mengaku jika temuan itu bakal menambah sejarah peradapan budaya di Kabupaten Ponorogo. Rencananya kedua batu itu, akan disimpan.
"Tetapi jika akan diteliti kami serahkan kalau pihak Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto memintanya. Yang jelas karena ditemukan di sungai, ini merupakan batu yang hanyut dari hulu Gunung Bayangkaki dan Sooko yang penuh sejarah dan misteri itu," tegasnya.
Sementara salah seorang warga setempat, Suwandi menilai jika batu yang ditemukan Mursid Hidayat itu, tergolong sangat langka. Alasannya, bentuk batunya unik dan ditemukan di aliran sungai.
"Ini bahannya seperti bahan batu di Borobudur atau candi-candi lain yang terbuat dari batu. Jenis batunya juga mirip bahan arca-arca kuno," pungkasnya.
Judul : Anggota Dewan Ponorogo Temukan 2 Batu Mungil Berbentuk Relief Candi
Sumber : tribunnews.com

0 Response to "Anggota Dewan Ponorogo Temukan 2 Batu Mungil Berbentuk Relief Candi"
Post a Comment