PONOROGO - 7 Siswa SMP Muhammadiyah 6 Ponorogo di Jl Jayengrono, Desa Pulung Merdeko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, mengalami keracunan massal makanan dan minuman (Mamin) yang dijual bebas pedagang di depan sekolahnya, Sabtu (13/9/2014).
Kendati demikian, dari ketujuh siswa yang diduga keracunan mamin, dua diantaranya langsung meminta pulang karena tak mau dikirim ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pulung.
Dalam perkembangannya, 3 diantara yang dirujuk diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, dua diantaranya masih menjalani rawat inap karena kondisinya lebih parah dan diberi bantuan oksigen dan infus.
Mereka mengeluh mual, muntah, pusing, lemas, badan panas dan sering Buang Air Besar (BAB) setelah mengkonsumsi penthol, sate tahu dan minuman sachet.
Kepala SMP Muhammadiyah 6 Pulung, Parman yang ditemui di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo Jl Jawa, Kota Ponorogo menceritakan, kasus dugaan keracunan massal itu terjadi saat jam istirahat menjelang salat Dhuhur.
"Rata-rata yang keracunan siswa kelas 7 hingga kelas 9 karena mereka jajan di depan sekolah sebelum ke masjid. Ada 7 siswa yang mengeluhkan gejala sama. Mereka kami minta dikirim ke Puskesmas Pulung agar segera dirawat. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Parman kepada Surya, Sabtu (13/9/2014).
Parman mengungkapkan, dirinya dan para guru lainnya sudah sering mengingatkan para siswa dan siswinya agar lebih berhati-hati saat mengkomsumsi jajanan dan minuman yang dibeli diluar sekolah.
"Angga dan Steven saat saya berangkat ke Kantor PDM masih dioksigen dan diinfus di Puskesmas," tegasnya.
Sementara Kepala Puskesmas Pulung, dr Endah Purwati dikonfirmasi melalui ponselnya menegaskan, sulit untuk menyatakan secara pasti makanan atau minuman apa yang meracuni para siswa itu.
"Untuk memastikan makanan atau minuman mana yang membuat kelima siswa yang dirujuk tadi kami belum bisa memastikannya. Mereka mengkonsumsi penthol, sate tahu, minum jus sachet serta ada yang minum susu kaleng," ungkapnya.
Selain itu, dokter berjilbab ini mengaku pihaknya sudah diagnose para siswa yang keracunan massal itu. Hasil observasi tiga siswa sudah diperbolehkan pulang dan diberi obat rawat jalan. Untuk dua lainnya yakni Angga dan Steven masih diobservasi karena keduanya lebih parah dari tiga siswa lainnya.
Judul : Tujuh Siswa SMP Muhammadiyah 6 Ponorogo Keracunan Mamin
Sumber : tribunnews.com
Judul : Tujuh Siswa SMP Muhammadiyah 6 Ponorogo Keracunan Mamin
Sumber : tribunnews.com

0 Response to "Tujuh Siswa SMP Muhammadiyah 6 Ponorogo Keracunan Mamin"
Post a Comment